Makanan Yang Menyehatkan Jantung Anda



Makanan Yang Menyehatkan Jantung Anda

Jantung adalah salah satu organ tubuh yang ada didalam tubuh manusia yang mempunyai peranan vital terhadap kesehatan tubuh. Sama halnya dengan organ tubuh yang lainnya, jantung juga harus dijaga karena ia juga rentan terhadap berabagai gangguan penyakit. Pola makan yang tidak sehat merupakan salah satu dari sekian banyak faktor yang dapat memengeruhi kesehatan jantung.

Dengan mengonsumsi makanan yang tepat dan juga sehat, hal itu setidaknya dapat memperkecil risiko seseorang untuk mengalami gangguan kesehatan jantung. Tahukah Anda apa saja jenis makanan tersebut? Berikut ini telah kami rangkum untuk Anda mengenai 7 makanan yang dapat menyehatkan jantung Anda.

 1. Ikan salmon
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa didalam ikan salmon terdapat kandungan asam lemak omega 3 yang mana hal tersebut dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

2. Bayam
Jenis sayuran berdaun hijau ini mempunyai kandungan zat besi yang cukup tinggi, vitamin C, vitamin A, dan juga magenesium. Semua kandungan nutrisi tersebut mempunyai pengaruh yang kuat agar jantung Anda tetap sehat. Cari tahu yuk, manfaat bayam yang lainnya di 9 manfaat bayam terhadap kesehatan

3. Kacang kenari
Kacang kenari rupanya kaya akan kandungan asam lemak omega 3, vitamin E, serat, dan folat. Makan kacang kenari secara teratur mampu melindungi kesehatan jantung Anda serta memberikan nutrisi yang cukup baik terhadap jantung Anda.

4. Blueberry
Zat antioksidan serta kandungan vitamin C didalam blueberry cukup tinggi sehingga blueberry dapat menjadi makanan super menyehatkan untuk jantung Anda. Selain itu, kandungan nutrisi yang lainnya juga dapat meringankan kram jantung sarta baik untuk sistem pencernaan Anda.



5. Oatmeal
Oatmeal adalah salah satu makanan lezat yang banyak mengandung asam lemak omega 3, folat, dan juga potasium. Selain mempunyai manfaat yang luar biasa untuk kesehatan jantung Anda, makan oatmeal juga dapat mengurangi kadar kolesterol serta menjaga arteri supaya tetap sehat.

6. Kacang-kacangan

Hampir semua jenis kacang-kacangan terutama kacang merah dapat menjadi sumber makanan yang sehat untuk jantung Anda. Hal ini dikarenakan kacang merah kaya akan vitamin B, zat besi, dan kalsium yang mampu menghilangkan tekanan di jantung.

7. Asparagus
Asparagus termasuk kedalam jenis sayur-sayuran yang bentuknya tipis dan kaya akan zat anti-inflamasi seperti vitamin C dan vitamin D yang baik untuk organ jantung Anda. Untuk lebih jelasnya tentang makanan yang satu ini, Anda bisa membacanya artikelnya secara lengkap di manfaat asparagus untuk kesehatan

Nah, itulah 7 makanan sehat untuk jantung Anda. Daripada dikemudian hari menderita penyakit jantung, lebih baik konsumsi saja makanan menyehatkan ini. Semoga bermanfaat dan selamat menikmati makanan sehatnya ya!

Tips Menjaga Kesehatan Jantung


Jantung merupakan organ pokok yang memegang kendali peredaran darah didalam tubuh. Jika jantung mengalami masalah, tentunya tubuh akan mengalami masalah pula. Bahkan, banyak orang yang meninggal akibat gangguan yang dialaminya pada organ jantung. Biasanya, penyakit jantung kerap menghampiri manusia yang mengabaikan kesehehatan jantungnya.

Sebelum anda benar – benar terserang gangguan pada organ jantung, disini saya akan berbagi kepada anda mengenai tips untuk menjaga kesehatan jantung.
Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit jantung adalah salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa. Karena itu menjaga kesehatan organ jantung anda sangatlah penting. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membuat jantung agar tetap sehat.

Rajin Berolahraga

Cara pertama yang harus anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan rajin berolahraga. Selain membuat badan menjadi bugar, olahraga ternyata juga mampu menjaga kesehatan jantung. Olahraga yang ampuh untuk menjaga kesehatan jantung adalah olahraga yang ringan seperti lari kecil, jalan – jalan, bersepeda, jalan cepat dan lain – lain. Lakukan aktivitas olahraga ini setiap hari. Jika sudah rutin menjalankannya, tak hanya jantung yang akan sehat, organ inti seperti paru – paru juga akan menjadi semakin sehat.

Jauhi Rokok

Rokok memang menimbulkan banyak masalah bagi kesehatan. Selain tidak bagus untuk kesehatan paru-paru, merokok juga tidak baik untuk kesehatan jantung. Kandungan zat – zat beracunnya sedikit demi sedikit akan merusak organ – organ penting dalam tubuh seperti jantung dan paru – paru. Meski efeknya tidak secara langsung, namun rokok memang sudah terbukti menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Daripada uang anda gunakan untuk membeli rokok yang kemudian akan memberi dampak buruk bagi tubuh, sebaiknya anda gunakan untuk membeli buah – buahan saja. buah seperti buah delima, jeruk dan apel merupakan buah yang kaya antioksidan. Kandungan itulah yang mampu menjaga kesehatan jantung manusia.

Hindari Makanan Berlemak

Cara ketiga untuk menjaga kesehatan jantung adalah dengan cara menghindari makanan yang banyak mengandung lemak. Lemak jahat yang banyak dikandung oleh makanan berminyak akan menyumbat pembuluh darah yang digunakan sebagai akses utama darah untuk menuju jantung. Selain itu, lemak juga akan membuat kadar kolesterol seseorang menjadi meningkat. Tentu kedua hal tersebut sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh manusia. Karena itulah, hindarilah makanan yang mengandung banyak lemak jahat seperti bebek goreng, gorengan dan makanan – makanan lain yang mengandung banyak minyak.

Menjaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan memang akan menimbulkan banyak penyakit. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh obesitas adalah penyakit jantung. Tumpukan lemak yang berlebihan di seluruh tubuh membuat jantung tidak dapat bekerja secara maksimal. Hal ini kemudian akan terjadi terus menerus hingga orang tersebut menyadari bahwa ia memiliki penyakit jantung yang sudah mulai memasuki tahap bahaya.

Konsumsi Air Putih

Untuk menjaga agar jantung tetap sehat, anda juga dapat melakukannya dengan mengkonsumsi air putih dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya. jika biasanya anda meminum air putih sebanyak 8 gelas, maka mulai sekarang biasakan minum air putih minimal 8 gelas setiap harinya. Lakukan kebiasaan tersebut settiap hari agar anda dapat merasa selalu sehat dan segar.

Perbanyak Senyum

Langkah selanjutnya untuk menjaga agar jantung tetap sehat adalah dengan cara memperbanyak senyum. Dengan tersenyum, pembuluh darah dalam tubuh akan membuka lebih lebar lagi. Hal ini kemudian memungkinkan darah untuk bebas mengalir ke jantung tanpa suatu hambatan tertentu.

Demikianlah beberapa tips yang perlu anda coba untuk menjaga kesehatan jantung. Ingatlah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itulah jagalah kesehatan jantung anda sebelum penyakit jantung benar – benar menyerang anda.

9 Gangguan Jantung Yang Wajib Anda Ketahui


Penyakit jantung banyak sekali macamnya. Para penderitanya juga seringkali terkena lebih dari satu gangguan (komplikasi). Berikut adalah beberapa jenis penyakit jantung yang perlu Anda diketahui. Daftar ini hanyalah sebagian dari belasan jenis gangguan jantung lain yang dapat mengancam kita.

1. Aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penebalan dinding arteri sebelah dalam karena endapan plak (lemak, kolesterol dan buangan sel lainnya) sehingga menghambat dan menyumbat pasokan darah ke sel-sel otot. Aterosklerosis dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Bila terjadi pada dinding arteri jantung, maka disebut penyakit jantung koroner (coronary artery disease) atau penyakit jantung iskemik.

Aterosklerosis berlangsung menahun dan menimbulkan banyak gangguan penyakit. Aterosklerosis dimulai dari adanya lesi dan retakan pada dinding pembuluh darah, terutama karena adanya tekanan kuat pada pembuluh jantung. Pada tahap berikutnya, tubuh berusaha memulihkan diri dengan menempatkan zat-zat lemak ke dalam pembuluh darah untuk menutup keretakan. Lambat laun, karena proses peretakan dan penutupan yang berulang, zat-zat lemak itu bisa menutup pembuluh jantung.

Salah satu gejala aterosklerosis jantung adalah Angina pektoris, yaitu rasa nyeri/tidak enak di daerah jantung dan dada karena berkurangnya pasokan darah ke otot jantung. Angina bisa terjadi baik saat beraktivitas fisik maupun beristirahat. Bila berlanjut, angina bisa berkembang menjadi infark miokard akut yang berbahaya.

2. Infark Miokard Akut

Infark miokard adalah kematian otot jantung karena penyumbatan pada arteri koroner. Otot-otot jantung yang tidak tersuplai darah akan mengalami kerusakan atau kematian mendadak.

3. Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah kerusakan/gangguan otot jantung sehingga menyebabkan dinding-dinding jantung tidak bergerak sempurna dalam menyedot dan memompa darah. Penderita kardiomiopati seringkali berisiko terkena arritmia dan gagal jantung mendadak. Kardiomiopati masih dibagi lagi jenisnya menjadi kardiomipati kongestif, hipertrofik, restriktif dan peripartum.

4. Arritmia

Arritmia berarti irama jantung tidak normal, yang bisa disebabkan oleh gangguan rangsang dan penghantaran rangsang jantung ringan maupun berat.

5. Gagal Jantung Kongestif.

Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Jantung dikatakan gagal bukan karena berhenti bekerja, namun karena tidak memompa sekuat yang seharusnya. Sebagai dampaknya, darah bisa berbalik ke paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

6. Fibrilasi Atrial

Fibrilasi atrial adalah gangguan ritme listik jantung yang mengganggu atrial. Gangguan impuls listrik ini menyebabkan kontraksi otot jantung tidak beraturan dan memompa darah secara tidak efisien. Akibatnya, atrium jantung tidak sepenuhnya mengosongkan darah menuju ke serambi (ventrikel). Fibrilasi atrial biasanya terkait dengan banyak gangguan jantung lainnya, termasuk kardiomiopati, koroner, hipertropi ventrikel, dll. Hipertiroid dan keracunan alkohol juga bisa menyebabkan fibrilasi atrial.

7. Inflamasi Jantung

Inflamasi jantung dapat terjadi pada dinding jantung (miokarditis), selaput yang menyelimuti jantung (perikarditis), atau bagian dalam (endokarditis). Inflamasi jantung dapat disebabkan oleh racun maupun infeksi.

8. Penyakit Jantung Rematik

Penyakit jantung rematik adalah kerusakan pada katup jantung karena demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.

9. Kelainan Katup Jantung

Katup jantung berfungsi mengendalikan arah aliran darah dalam jantung. Kelainan katup jantung yang dapat mengganggu aliran tersebut, antara lain karena pengecilan (stenosis), kebocoran (regurgiasi), atau tidak menutup sempurna (prolapsis). Kelainan katup dapat terjadi sebagai bawaan lahir maupun karena infeksi dan efek samping pengobatan.

Gejala-Gejala Umum Penyakit Jantung


Pada dasarnya, gejala-gejala umum yang dialami orang yang mengalami penyakit jantung disebabkan kurangnya jumlah darah yang memasok oksigen ke jantung akibat fungsi jantung yang terganggu.

Gejala-gejala tersebut antara lain:
  • Angina - Adalah rasa nyeri atau ditekan di bagian dada.
  • Aritmia - Adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan kondisi berupa gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan palpitasi (denyut jantung yang abnormal).
Angina dan aritmia disebabkan kurangnya pasokan darah yang membawa oksigen ke otot jantung. Biasanya diikuti oleh gejala lain seperti pusing, letih yang berkepanjangan, mual, berkeringat dingin, dan sesak nafas.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi peringatan awal akan resiko serangan jantung. Sayangnya, mereka yang mengalami gejala-gejala tersebut sering kali menganggapnya sebagai masuk angin biasa, inilah yang sering membuat pertolongan pertama menjadi terlambat dan sangat merugikan akibatnya, mengapa?

Ketika serangan jantung (myocardial infarction) berlangsung, otot-otot jantung akan mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Dan tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak dapat mengalami regenerasi.

Karena itu semakin lama serangannya dan tidak segera ditangani, maka semakin banyak juga kerusakan permanen pada otot-otot jantung dan bahkan jika terus dibiarkan dapat mengalami kematian.

Sewaktu gejala-gejala serangan jantung timbul, sangatlah penting untuk langsung mencari bantuan medis karena resiko kematian terbesar adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan.

Perawatan yang cepat dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan.

Mengingat bahaya penyakit jantung yang mengancam kehidupan, mencegah atau mengurangi resiko penyakit jantung adalah cara yang terbaik, selain dengan menjaga pola makan dan olah raga teratur, mengkonsumsi suplemen herbal sangat membantu.

Nyeri Dada Bukan Berarti Sakit Jantung


Nyeri dada yang berat sering menjadi alasan banyak orang untuk datang ke unit gawat darurat karena khawatir itu merupakan gejala serangan jantung. Padahal, nyeri dada yang parah tidak selalu berarti serangan jantung atau mycocardial infarction.

Kendati demikian, nyeri dada yang ringan jangan pula diabaikan karena ternyata hal itu juga bisa menjadi penanda adanya masalah pada jantung.

“Jika nyeri dada terasa tak terlalu berat, hal itu juga tidak berarti bukan serangan jantung,” kata Dr. Anna Marie Chang, peneliti dan juga dokter di bagian unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Universitas Pennsylvania.

Ia melakukan penelitian terhadap 3.300 pasien yang datang ke UGD. Menggunakan skala 0-10, dengan 0 mendeskripsikan tidak ada sakit dan 10 sebagai sangat sakit. Chang dan timnya lalu mengamati kesehatan pasien selama 30 hari untuk mengetahui apakah ada kejadian terkait penyakit jantung.

Pasien yang menderita nyeri dada parah ternyata tidak menderita serangan jantung atau mengalaminya dalam satu bulan ke depan dibanding pasien yang nyerinya lebih ringan. Nyeri yang tetap dirasakan hingga satu jam juga bukan indikator serangan jantung.

Nyeri dada memang harus diwaspadai. Nyeri merupakan alarm adanya gangguan kesehatan serius, misalnya tukak lambung atau adanya robekan di aorta yang merupakan pembuluh utama pada jantung.

“Penyebab nyeri dada mungkin bukan serangan jantung tapi bisa menjadi sesuatu yang serius,” kata Dr. James Feldman, dokter di bagian UGD Boston Medical Center.

Gejala serangan jantung klasik meliputi nyeri di dada atau rasa tertekan, tetapi gejala lainnya adalah sesak napas, mual, muntah, dan pingsan. Selain itu nyeri akibat serangan jantung tidak selalu ada di bagian dada.

“Nyeri bisa timbul di bagian dada, lengan, rahang, punggung atau perut dan bisa berbeda-beda pada setiap pasien,” kata Dr.Rajiv Gulati, ahli kardiologi dari Mayo Clinic.

Walau hasil penelitian Chang tidak menunjukkan nyeri dada merupakan gejala serangan jantung, namun nyeri dada yang tidak bisa dipahami bisa menjadi gejala serius. “Pertolongan pertama bisa menyelamatkan nyawa,” kata Gulati.

Serangan Jantung


Serangan jantung adalah suatu kondisi kesehatan yang sangat emergency untuk di tangani, Jika terlambat maka sangat mungkin penderita segera menemui ajalnya (kematian). 

Di Negara maju terutama di Amerika, Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomer satu dimana serangan jantung dialami lebih dari 1,5 juta penduduk disana. Begitu pula di Indonesia, Departemen Kesehatan RI dan Yayasan Penyakit Jantung mengemukakan bahwa sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.

Penyakit serangan jantung (Heart Attack) yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai Myocardial Infarction (MI), adalah kerusakan bahkan kematian otot jantung (myocardium) yang disebabkan terhentinya secara mendadak suplay darah (sebagai pembawa Oxygen) kedaerah tersebut sebagai akibat dari beberapa faktor. Misalnya ; Terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme (mengencangnya nadi koroner), akibat thrombus (penggumpalan darah) atau akibat adanya penyempitan dan penyumbatan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Serangan jantung yang diakibatkan oleh adanya spasme yang menimbulkan ter blokade nadi koroner ini akan hilang secara menyeluruh, baik nyeri atau keluhan lainnya disaat nadi koroner kembali rileks dan berfungsi seperti normalnya. Kondisi seperti ini disebut dengan crescendo angina atau coronary insufficiency. Apabila hal ini terjadi berkisar 20 sampai 40 menit, maka dapat menyebabkan otot jantung mengalami kematian (infark) sabagai dampak oxygen yang tidak dimilikinya karena suplay darah terhenti.

Gejala Penyakit Serangan Jantung

Setiap orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan keluhan yang tentunya berbeda, Namun umumnya seseorang akan merasakan beberapa hal spesifik seperti :
  • Nyeri dada, dimana otot kekurangan suplay darah (disebut kondisi iskemi) yang berdampak kebutuhan oxygen oleh otot berkurang. Akibatnya terjadi metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Nyeri dirasakan di dada bagian tengah, dapat menyebar kebagian belakang dada, kebagian pangkal kiri leher dan bahu hingga lengan atas tangan kiri. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri dibagian atas perut (pangkal tulang iga tengah bahkan bagian lambung), dimana nyeri lebih hebat dan tak hilang meski diistirahatkan atau diberi obat nyeri jantung (Nitroglycerin). Inilah yang dinamakan Angina, penderita merasakan gelisah dengan sesak di dada dan seperti merasa dada diremas-remas. Beratnya nyeri setiap orang berbeda, bahkan beberapa orang yang mengalami suplay darah jantung berkurang merekle tidak merasakan apa-apa.
  • Sesak nafas, Biasanya dirasakan oleh orang yang mengalami gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
  • Kelelahan atau kepenatan, Adanya kelainan jantung dapat menimbulkan pemompaan jantung yang tidak maksimal. Akibatnya suplay darah ke otot tubuh disaat melakukan aktivitas akan berkurang, Hal ini menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala seperti ini bersifat ringan, penderita hanya berusaha mengurangi aktivitasnya dan menganggap bahwa itu merupakan proses penuaan saja.
  • Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi)
  • Pusing dan pingsan, Hal ini dapat merupakan gejala awal dari penderita penyakit serangan jantung. Dimana penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
  • Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan dan kaki sebagai tanda aliran darah yang kurang adekuat keseluruh tubuh.
  • Keringat dingin secara mendadak, dan lainnya seperti mual dan perasaan cemas.


Faktor Penyebab Penyakit Serangan Jantung

Adapun secara garis besar faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung antara lain ; Kelainan jantung bawaan, Gangguan pada fungsi kerja katup jantung dan Terganggunya pembuluh koroner yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Dari ketiga hal tersebut, Penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Faktor-faktor diatas erat kaitannya dengan pola konsumsi dan kehidupan yang bersangkutan, diantaranya :

- Merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
- Sering mengkonsumsi makanan jenis lemak (kolesterol) tinggi
- Menderita tekanan darah tinggi
- Menderita penyakit kencing manis (Diabetes)

Diagnosis Penyakit Serangan Jantung


Dari keluhan yang dirasakan penderita, Dokter umumnya dapat langsung memberikan dugaan apakah itu tanda dan gejala serangan jantung atau bukan. Tentunya untuk memperkuat diagnosa yang ditegakkan, dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan detak jantung si penderita.

Selanjutnya dokter akan mengirim penderita untuk melakukan pemeriksaan ECG/EKG beserta pemeriksaan darah. Jika penderita saat itu masih merasakan nyeri, Pemberian obat akan dilakukan sebelum pemeriksaan itu dilakukan. Hal ini disebabkan bahwa nyeri yang amat sangat dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung bahkan kematian.

Penanganan Penyakit Serangan Jantung

Setengah dari jumlah kematian akibat serangan jantung adalah terjadi pada 3 sampai 4 jam pertama setelah terjadinya gejala serangan dimulai. Jadi tindakan penanganan pada gejala awal serangan jantung adalah hal yang paling penting bagi tim medis.

Pemberian obat-obatan seperti aspirin tablet secara kunyah dapat membantu jika terjadi pembekuan darah pada pembuluh arteri koroner, Sedangkan jenis tablet beta-blocker diberikan untuk memperlambat kerja jantung sehingga tidak terlalu bekerja keras dan mengurangi kemungkinan rusaknya otot jantung. Selanjutnya yang utama adalah pemberian Oxygen, yang menolong memperkecil kerusakan jaringan otot.

Penderita yang mengalami serangan jantung (penyakit jantung) tentunya akan dirawat dirumah sakit khususnya pada ruangan intensif penyakit jantung, karena memerlukan pemantauan dan monitor yang intensif. Selain pemberian obat-obatan dirumah sakit, tindakan yang mungkin dilakukan oleh tim kesehatan (medis) adalah angioplasty atau coronary artery bypass surgery (pembedahan/pemotongan bagian artery yang bermasalah).

Pencegahan Penyakit Serangan Jantung

Tindakan pencegahan antara lain yang dapat Anda lakukan adalah hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi, Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan, Kurangi atau stop minum alkohol, Melakukan olah raga secara teratur, Jika mengidap penyakit darah tinggi dan kencing manis hendaknya melakukan pengontrolan sesuai saran dokter secara teratur.

Kelainan Jantung Bawaan Pada Anak


Anda mungkin akan sangat cemas bila mengetahui anak Anda memiliki kelainan jantung bawaan. Sebenarnya tidak perlu terlalu cemas. Kelainan jantung bawaan adalah hal yang cukup umum terjadi dan kini– berkat kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran– banyak yang dapat disembuhkan dengan pembedahan, kateterisasi dan obat-obatan.
Pertumbuhan Jantung

Jantung manusia mulai membentuk struktur kantong tunggal pada minggu keempat kehamilan. Pada minggu kedelapan, kantong ini secara bertahap membesar. Sekat jantung (septum) tumbuh untuk memisahkan serambi (atrium) dan bilik (ventrikel) jantung di sisi kanan dan sisi kiri. Empat katup jantung terbentuk untuk mengatur aliran darah dari rongga-rongga jantung menuju paru dan tubuh.

Saat bayi masih di kandungan, aliran oksigen dan karbondioksida berlangsung melalui plasenta sehingga kelainan jantung pada saat itu tidak akan membawa masalah bagi bayi. Setelah bayi lahir dan tali plasenta dipotong, akan terlihat bila ada masalah pada jantung anak. Tanda pertama kelainan jantung adalah suara bising (murmur). Dokter dapat mengetahuinya lewat stetoskop. Namun, untuk memastikan penyebab bising tersebut, diperlukan rontgen jantung, EKG dan pemeriksaan penunjang lainnya. Tanda lainnya antara lain berupa detak jantung tidak normal (takikardia), nafas pendek, kesulitan menyusui (karena nafas yang pendek) dan gangguan pertumbuhan dan kulit yang membiru (cyanotic).

Kelainan jantung bawaan sangat beragam jenisnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:


1. Sekat Bilik Jantung Berlubang (Ventracular Septal Defect/VSD)
VSD adalah kelainan jantung berupa lubang pada sekat antarbilik jantung yang menyebabkan kebocoran aliran darah pada bilik kiri dan kanan jantung. Kebocoran ini membuat sebagian darah kaya oksigen kembali ke paru-paru sehingga menghalangi darah rendah oksigen memasuki paru-paru. Bila lubangnya kecil, VSD tidak memberikan masalah berarti. Bila besar, bayi dapat mengalami gagal jantung.

VSD adalah kelainan jantung bawaan yang paling sering terjadi (30% kasus). Gejala utama dari kelainan ini adalah kesulitan menyusui dan gangguan pertumbuhan, nafas pendek dan mudah lelah. Bayi dengan VSD besar cepat tidur setelah kurang menyusui, bangun sebentar karena lapar, mencoba menyusu lagi tetapi cepat kelelahan, tertidur lagi, dan seterusnya.

2. Penyempitan Katup Paru (Pulmonary Stenosis/PS)
PS adalah penyempitan katup paru yang berfungsi mengatur aliran darah rendah oksigen dari bilik kanan jantung ke paru-paru. Dengan penyempitan ini, bilik kanan harus bekerja keras memompa darah sehingga makin lama makin membesar (hipertrofi).

PS adalah kelainan jantung paling umum kedua, terjadi pada 10% kasus. Banyak penderita ASD yang baru terdiagnosis setelah dewasa. Bila demikian, dampaknya mungkin sudah sangat merusak berupa penyakit paru, risiko stroke tinggi dan usia harapan hidup yang rendah.

3. Sekat Serambi Jantung Berlubang (Atrial Septal Defect/ASD)

ASD adalah lubang di antara dua serambi jantung. Lubang ini menimbulkan masalah yang sama dengan VSD, yaitu mengalirkan darah kaya oksigen kembali ke paru-paru. ASD terjadi pada 5-7%? kasus dan lebih banyak terjadi pada bayi perempuan dibandingkan bayi laki-laki.

4. Tetralogi Fallot (Tetralogy of Falot/TOF)
TOF adalah komplikasi kelainan jantung bawaan yang khas, dan melibatkan empat kondisi:
  • Sekat bilik jantung berlubang (VSD)
  • Penyempitan katup paru (PS)
  • Bilik kanan jantung membesar (hipertrofi)
  • Akar aorta tepat berada di atas lubang VSD
Lubang VSD biasanya besar dan darah mengalir dari bilik kanan melalui lubang ini menuju bilik kiri. Hal ini terjadi karena adanya hambatan pada katup paru. Setelah masuk ke bilik kiri, darah yang rendah oksigen itu dipompa ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh. Itulah sebabnya bayi penderita TOF memiliki kulit yang membiru karena kekurangan oksigen.
Penyebab

Penyebab kelainan jantung bawaan tidak diketahui. Riset menunjukkan bahwa orang tua yang memiliki kelainan jantung lebih berisiko memiliki anak yang berkelainan jantung pula.

Kelainan juga dapat disebabkan gangguan perkembangan jantung pada janin karena infeksi seperti rubella dan toksoplasma, obat-obatan, alkohol dan zat-zat beracun yang dikonsumsi ibunya. Kelainan gen seperti sindrom Down dan Turner juga berkorelasi dengan kelainan jantung bawaan.
Penanganan

VSD dan ASD dengan lubang kecil mungkin akan menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. Kelainan jantung yang tidak dapat sembuh sendiri dapat dikoreksi dengan satu kali atau beberapa kali operasi. Prosedur operasi dapat berupa bedah jantung terbuka atau dengan angioplasty/valvuloplasty memakai balon untuk menghilangkan hambatan pembuluh darah atau katup jantung. Pada prosedur ini, ahli jantung memasukkan kateter (pipa plastik tipis dengan balon di ujungnya) ke dalam pembuluh darah. Balon lalu ditiup untuk melebarkan pembuluh yang menyempit atau katup jantung. Dengan prosedur lain yang disebut transcather device occlusion (TDO), lubang tidak normal di sekat jantung dapat ditutup tanpa pembedahan.

Serangan Jantung Tidak Pandang Umur


Serangan jantung tidak hanya menyerang mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Tetapi anak berumur 15 tahun pun bisa mengalami serangan jantung, seperti yang dialami seorang gadis bernama Leah La Roche (15 tahun).

Lebih menyedihkan lagi, siswi sebuah sekolah menengah itu ternyata sedang hamil saat dilarikan ke rumah sakit Medway Maritime Hospital di Gillingham, Kent akibat serangan jantung. Dia dan bayi dalam kandungannya pun meninggal dunia.

Leah La Roche yang kemungkinan dipanggil Tia itu sempat dilarikan ke rumah sakit. Tetapi belum jelas, apakah gadis malang itu dan bayinya meninggal di rumah atau di rumah sakit.

Teman-temannya di Chatham Grammar School for Girls menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Leah La Roche dan bayinya.

Suster Verity di Gonetoonsoon.org menulis, “Kami tahu mereka sekarang bersama melihat kami dan Leah menjadi seorang ibu yang hebat karena kami semua tahu dia akan menjadi ibu. Kata-kata tidak bisa melukiskan kesedihan kami atas kehilangan mereka.”

Sebuah tulisan lain dari teman Leah bernama Tom Leadbeatter menyebutkan, “RIP, Leah dan Tia, saya sangat sayang kalian berdua.” Sementara Pal Harriet Porter di Facebook menulis, “Kamu selalu membuat saya tersenyum.”

Kematian Leah Kamis minggu lalu diperkirakan sebagai kasus yang natural saja dan sedang diinvestigasi oleh para ahli penyakit jantung.

Perempuan Sekarang Lebih Berisiko Terserang Jantung


Perempuan pekerja modern diperkirakan lebih berisiko terkena penyakit jantung (kardio vaskular) lebih cepat daripada perempuan zaman dahulu yang tidak bekerja.

"Ada fenomena pergeseran usia, sekarang sebelum menopause sudah kena kardio vaskular. Sekarang umur 40-an juga sudah mulai kena, pasien termuda saya ada yang baru berumur 34 tahun," kata Dr Antonia Lukito,SpJO-FIHA dalam Media Briefing Hasil studi terbaru CRUCIAL yang dilakukan terhadap para pasien di Asia Pasifik, termasuk Indonesia di Jakarta, Rabu (12/10).

Penyebab pergeseran itu, disebut Antonia, adalah karena pola hidup modern yang dilakukan oleh para perempuan pekerja itu seperti sering makan diluar (misal di restoran cepat saji), merokok dan jarang olahraga telah membuat resiko kardio vaskular meningkat dari sebelumnya.

"Hal itu terutama karena salah satu faktor resiko kardio vaskular ini memang kolesterol," ujar Antonia.

Selain perempuan modern, penyakit jantung juga diduga mulai meningkat risikonya sejak masih anak-anak dibawah usia 10 tahun meskipun di Indonesia belum ada penelitian yang bisa mengkonfirmasikan hal tersebut.

"Mulai dari bayi sudah ada proses. Jika ada anak obesitas, resiko akan lebih tinggi lagi. Anak gemuk memang lucu dilihat tapi ini tidak baik, bisa terjadi percepatan proses aterosklerosis," ujar Prof Dr Lukman Hakim SpPD KKV, salah satu tim dokter yang bergabung dalam penelitian CRUCIAL.

Beberapa dokter anak disebut Lukman telah menyatakan melihat adanya kecenderungan proses penyakit jantung telah dimulai sejak masih anak-anak namun belum ada penelitian yang menyatakan apakah kecenderungan itu bersifat global atau hanya kasuistik saja.

Lima faktor resiko terbesar bagi penyakit kardio vaskular adalah total kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, alkohol dan rokok.

Penyakit jantung masih merupakan pembunuh nomor satu yang menyebabkan lebih dari 17 juta kematian di dunia per tahun, terlebih dengan pergeseran pola hidup dimana manusia semakin banyak mengkonsumsi daging yang dituding sebagai penyebab utama menumpuknya kolesterol.

"Tekanan darah dan kolesterol LDL yang tinggi adalah faktor penyebab dari berbagai bentuk penyakit kardio vaskular. Kenaikan kolesterol LDL adalah masalah yang terus meningkat di kebanyakan negara Asia," ujar Antonia.

Penyakit jantung itu juga menjadi salah satu hal yang berbahaya karena diperkirakan hingga 90 persen muncul tanpa adanya gejala terlebih dahulu sehingga sering disebut "the silent killer" (pembunuh tanpa suara).

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko kardio vaskular dipaparkan Lukman adalah dengan melakukan olahraga teratur tiga kali seminggu selama 30-60 menit per sesi, tidak menumpuk olahraga pada satu waktu tertentu karena berbahaya dan menghindari menjadi perokok aktif maupun pasif serta mengatur pola makan.

"Nikotin (dalam rokok) dapat menaikkan tekanan darah hingga 10 mmHg jika diisap lebih dari satu jam. Merokok sepanjang hari membuat tekanan darah tetap tinggi sepanjang hari," ujarnya.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui resiko terkena kardio vaskular disebut Lukman adalah dengan mengukur lingkar pinggang.

"Pada orang Asia, pria berisiko jika lingkar pinggangnya lebih besar dari 90 sentimeter dan wanita lebih dari 80 sentimeter," ujarnya. (www.suarapembaruan.com)

Jantung Koroner


Jantung koroner merupakan salah satu penyakit pembunuh yang paling ditakuti di seluruh dunia. Biasanya penyakit ini dialami oleh orang berusian produktif dan menyerang secara mendadak hingga menimbulkan kematian.
Penyakit Jantung Koroner adalah penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat penyempitan/penyumbatan di dinding nadi koroner karena adanya endapan lemak dan kolesterol sehingga mengakibatkan suplaian darah ke jantung menjadi terganggu. Perubahan pola hidup, pola makan, dan stres juga dapat mengakibatkan terjadinya penyakit jantung koroner.

A. Gejala-gejala penyakit jantung koroner

  1. Dada terasa sakit dan menekan
  2. Pusing kepala yang berkepanjangan
  3. Merasa sekujur tubuhnya terbakar tanpa sebab yang jelas
  4. Terjadi keluhan di sekitar tulang dada dan leher
  5. Tapi kebanyakan orang yang menderita penyakit jantung koroner tidak mengalami beberapa gejala di atas. Tiba-tiba saja jantung si penderita bermasalah dan dalam kondisi yang kronis.

B. Penyebab Jantung Koroner

Penyakit ini disebabkan oleh adanya penyempitan dan penyumbatan di pembuluh arteri koroner. Hal ini disebabkan oleh penumpukan zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) di dinding pembuluh nadi bagian paling bawah (endotelium). Setelah lemak menumpuk, aliran darah akan tersumbat dan tak mampu menuju jantung sehingga mengganggu kerja jantung dalam memompa darah. Efek yang paling dirasakan adalah hilangnya pasokan oksigen dan nutrisi menuju jantung karena aliran darah ke jantung berkurang.

C. Hal-hal yang memicu penyakit jantung koroner :

  1. Merokok dalam jumlah yang banyak dan selama bertahun-tahun
  2. Konsumsi makanan yang berlemak atau berkolesterol tinggi
  3. Hipertensi yang telah diderita
  4. Diabetes mellitus juga memancing timbulnya penyakit jantung koroner
  5. Obesitas
  6. Kurang beraktivitas dan berolahraga
  7. Minum minuman beralkohol
  8. Penyalahgunaan obat (narkoba)

D. Fakta-fakta tentang penyakit jantung koroner

  • Jantung koroner adalah penyakit pembunuh nomor satu di Amerika Serikat yang menyerang baik lelaki maupun perempuan
  • Setiap tahun di AS, lebih dari setengah juta orang meninggal akibat penyakit jantung koroner
  • Kematian akibat jantung koroner bisa dicegah dikarenakan penyakit ini berhubungan dengan gaya hidup. Jika masyarakat baik dan sehat dalam hidup dipastikan terbebas dari penyakit jantung koroner
  • Perawatan bagi penderita penyakit jantung koroner membutuhkan waktu yang sangat lama dan kontinu.

E. Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

  1. Gaya hidup seimbang dan menghindari risiko stres sangat dibutuhkan agar seseorang tidak terkena penyakit jantung koroner.
  2. Mengonsumsi makanan sehat dan berserat tinggi. Kurangi makanan yang berlemak dan berkolesterol tinggi agar tidak terjadi kegemukan.
  3. Segera berhenti merokok. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arterin yang memicu stroke.
  4. Mengurangi atau menghindari minuman beralkohol
  5. Olahraga yang teratur
  6. Hindari penggunaan obat-obatan terlaran

F. Tes untuk memastikan apakah seseorang memiliki penyakit jantung koroner

Tidak ada ukuran yang pasti untuk mengetahui penyakit jantung koroner. Tapi beberapa jenis tes berikut dapat memberikan gambaran apakah seseorang mengidap penyakit jantung koroner.
  • Electrocardiogram
  • Stress test
  • Nuclear scanning
  • Coronary angigraphy

G. Beberapa jenis tumbuhan yang bisa mencegah dan mengatasi penyakit jantung koroner :

  1. Daun mahkota dewa
  2. Mengkudu
  3. Bawang putih
  4. Jamur kuping hitam
  5. Bunga mawar
  6. Siantan
Jual Sarang Semut Asli Papua - Mahkotadewa.Net