Mengenal Penyakit Flek Paru-Paru Pada Bayi


Virus ditularkan oleh orang yang telah terkena flek (radang) paru-paru kepada bayi. Tidak mungkin ditularkan oleh kucing atau anjing. Bukan juga karena debu atau polusi, seperti kebanyakan orang bilang. Dokter mengatakan, tidak ada penyebab lain selain daripada manusia yang menularkan virus tersebut.
Mereka yang menularkannya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: terlalu kurus, sering merokok baik itu perokok berat atau ringan, sering demam, sering batuk pilek.

Rokok adalah sumber utama darimana flek berasal. Orang yang sering merokok baik perokok pasif atau aktif, kemungkinan memiliki penyakit ini, terutama bila sering mengalami sesak napas. Gejala sesak napas ini jika dibiarkan akan menjadi tuberculosis, yang mana gejala awal (flek) hanya merupakan tuberculosis ringan yang masih mudah untuk diobati meskipun memakan waktu berbulan-bulan.

Orang yang sering merokok kebanyakan bertubuh kurus, dan yang dimaksud sering demam ialah dalam waktu satu bulan pasti mengalami demam atau batuk atau pilek.

Pengobatannya juga tidak sederhana, memakan banyak biaya untuk obat yang berasal dari luar (bukan lokal). Bayi yang terkena flek akan memakan obat selama enam bulan, untuk yang tahap ringan. Untuk tahap berat bisa sampai satu tahun atau dua belas bulan. Selalu untuk kelipatan tiga, yaitu enam bulan, sembilan bulan, atau diobati selama dua belas bulan. Tidak ada diobati selama tujuh bulan atau delapan bulan.

Obatnya sendiri sebaiknya produksi Sandoz, yang lebih menyerap ke dalam tubuhnya. Ada dua macam, Rifampicin dan INH.

Selama minum obat, bayi akan lebih mudah lesu, mual dan susah buang air besar. Oleh sebab itu, harus diperhatikan sungguh-sungguh gizinya selama masa pengobatan.

Aturan minumnya: satu kali sehari. Setelah minum, tidak boleh makan selama tiga jam, untuk penyerapan obat secara sempurna.

Demam Anak 5 Hari Lebih, Waspada Pneumonia


Pneumonia atau radang paru ternyata banyak menyerang anak-anak. Para orangtua harus waspada terhadap gejala yang muncul, karena penyakit ini dapat menimbulkan kematian.

Penyakit radang paru ini disebabkan oleh dua hal, virus atau bakteri. Keduanya sama-sama mematikan. Para orangtua harus lebih peka terhadap gejala dari pneumonia pada anak. “Pneumonia ini berupa infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan bawah, para orangtua harus memperhatikan gejalanya. Apabila anak mengalami batuk, pilek dan demam lebih dari 5 hari dan disertai dengan sesak, segera bawa ke dokter,” ungkap dr. Elina Waiman, SpA, spesialis anak dalam wawancara eksklusif dengan Okezone, di Rumah Sakit Awal Bros, Tangerang.

dr. Elina juga menambahkan, Anda bisa mengenali gejala sesak yang terjadi pada anak. “Jika anak di bawah dua bulan, pernafasan normalnya di bawah 60 kali permenit, anak dua bulan hingga satu tahun pernafasan normalnya di bawah 50 kali per menit, dan anak berusia satu hingga lima tahun pernafasan normalnya 40 kali per menit.”

Nafas sesak tersebut akan mengakibatkan anak mengalami nafas cepat. Ini dikarenakan tubuh kekurangan oksigen akibat saluran pernafasan yang meradang. “Nafas cepat bisa berupa nafas cuping hidung, yaitu hidung anak jadi kembang kempis, dan munculnya cekungan pada tulang dada atas atau bawah iga,” tutup dr. Elina.

sumber: health.okezone.com

Radang Paru pada Bayi, Harus Cepat Ditangani


Namanya terdengar keren, pneumonia, tapi tak seindah namanya, ia sering dikaitkan dengan dampak ‘mengerikan’. Faktanya, pneumonia (radang paru) masih menjadi penyebab kematian terbesar bagi bayi dan balita di seluruh dunia, utamanya bayi di bawah usia enam bulan.

Kenali ciri-cirinya!

Radang paru-paru merupakan suatu infeksi akut parenkim paru yang meliputi alveolus dan jaringan pendukung paru lainnya, yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur. Ia bisa menyerang siapa saja, bayi neonatus (bayi baru lahir) hingga orang dewasa sekalipun.

Sayangnya, bila radang paru menimpa bayi baru lahir, akibatnya bisa sangat fatal bila tak segera ditangani. Seperti apa sih ciri-cirinya?

“Pada bayi yang baru lahir ciri-ciri radang paru-paru yang sering dijumpai berupa sesak nafas dan merintih. Bisa juga terjadi sesak nafas hebat, retraksi (penarikan dinding dada) sebagai usaha tambahan untuk menghirup oksigen, merintih, terkadang disertai dengan biru (sianosis) di sekitar bibir dan ujung-ujung jari,” buka dr. Fahrul W. Arbi, SpA, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan.

Usia di atas 3 Bulan: demam dan sesak Nafas

Rupanya, manifestasi klinis akibat radang paru berbeda-beda, berdasarkan kelompok usia tertentu. Pada bayi di atas usia 3 bulan, jarang ditemui ciri-ciri bayi merintih. “Yang sering terjadi umumnya adalah panas (demam), kemudian sesak nafas, retraksi, gelisah (rewel), batuk dan frekuensi nafasnya lebih dari normal,” tambah dr. Fahrul.

Radang paru-paru pada si kecil bisa saja disertai muntah. Namun, muntah yang terjadi adalah akibat batuknya yang terus menerus terjadi. Menurut dr. Fahrul, sebenarnya batuk adalah reflek pertahanan tubuh di saluran pernafasan kita untuk mengatasi rasa tidak nyaman.

“Kalau batuknya sering, isi perutnya bisa keluar semua, kan? Makanya bisa muntah. Namun, muntah sendiri bukanlah sebuah gejala dari radang paru-paru. Jadi untuk para ibu jangan sampai salah mendeteksi,” imbaunya.

Berikan obat penurun panas

Bila si kecil menunjukkan tanda-tanda panas (demam), tindakan sementara untuk mengatasinya adalah Moms dapat memberikan obat penurun panas dulu. “Perhatikan pula bajunya. Jika si kecil memakai baju yang tebal saat badannya panas, harus diganti dengan baju yang tipis. Selanjutnya segera mencari pertolongan ke rumah sakit terdekat,” saran dr. Fahrul.

Ya, penanganan radang paru pada bayi tidak bisa ditunda, harus segera ditolong oleh dokter. Pasalnya, bila ditunda, infeksi tersebut bisa menyebar. “Infeksinya bisa menyebar ke mana-mana. Bisa menjadi meningitis, infeksi darah, terakhir bisa menjadi infeksi menyeluruh ke seluruh tubuh,” tegas dr. Fahrul lagi.

Si faktor pencetus

Ada tiga hal penting mengapa si kecil atau orang dewasa bisa terkena sebuah penyakit. Pertama, faktor host (kemampuan kekebalan tubuh kita sendiri). Kedua, faktor environment (lingkungan). Ketiga, faktor agent penyebabnya (kuman, bakteri, virus, jamur dan lain-lain).

“Jika terjadi ketidakseimbangan dari ketiga faktor tersebut, maka seseorang atau bayi bisa terkena penyakit atau infeksi. Hal yang paling sering dijumpai adalah karena si kecil tertular oleh temannya, orang tua atau orang yang ada di sekelilingnya,” dr. Fahrul menyimpulkan.

Itulah sebabnya, sangat penting untuk menjauhkan bayi dari orang yang sedang sakit, walau batuk pilek sekalipun. “Penularan radang paru-paru pada bayi dari orang dewasa dapat terjadi walau si orang dewasa ini tidak terkena radang paru-paru, mungkin hanya batuk dan pilek biasa saja. Namun pada bayi, penyakit itu bisa jadi berat, karena dia masih sangat rentan,” papar dr. Fahrul.

Selain itu, faktor lingkungan juga bisa memengaruhi kesehatan bayi. Lingkungan yang kurang sehat, misalnya banyak allergen, bisa memperburuk kondisinya. “Lingkungan yang pengap bisa menyebabkan bayi batuk. Tapi, terkadang hal itu hanya alergi biasa saja, bukan karena infeksi,” katanya. Ia melanjutkan, “perbedaannya, pada alergi sering timbul batuk tapi tidak panas, kecuali jika ada infeksi baru disertai panas.”

Cegah dengan vaksinasi IPD

Perlu Moms ketahui, radang paru-paru bisa terjadi lagi (kambuh) pada si kecil jika tidak menjaga kesehatan tubuh, lingkungan dan asupan gizinya.

Itulah sebabnya, kita perlu mencegah hal itu terulang lagi. Salah satu caranya melalui vaksinasi. “Saat ini pneumonia dapat dicegah dengan vaksinasi IPD (Invasive Pneumococcal Disease) untuk infeksi karena Pneumococcus, dan dengan Vaksin Hib (Haemophilus Influenzae type B) untuk penyebab radang paru-paru dari virus influenza. Vaksin ini dapat diberikan sejak usia dua bulan dan dapat ditanyakan pada dokter tempat anak Ibu kontrol,” urai dr. Fahrul.

Berpengaruh pada berat badan

Jika si kecil terkena radang paru-paru hanya sesekali saja, Moms tak perlu terlalu khawatir dengan tumbuh kembangnya. “Kekhawatiran akan timbul jika sering sekali terkena radang paru-paru, akibatnya ia sering sakit. Maka asupan yang ia konsumsi baik berupa makanan atau ASI dari ibunya akan digunakan tubuh untuk mengatasi infeksi tersebut. Pasalnya kebutuhan energi pada bayi saat terserang penyakit selain digunakan untuk mengatasi penyakitnya juga untuk tumbuh kembangnya,” jelas Dokter yang ramah ini.

Sehingga, menurut dr. Fahrul, bila anak terkena infeksi paru-paru yang berulang pada akhirnya bisa berdampak pada gangguan tumbuh kembangnya. “Jika ini terjadi terus-menerus dapat mengganggu berat badannya – berat badannya tidak naik. Tapi kalau hanya terjadi sesekali sih tidak,” ia menenangkan.

Agar anak terhindar dari radang paru

1. Perhatikan tumbuh kembang si kecil. Kapan harus datang untuk kunjungan rutin ke dokter anak.

2. Ikuti jadwal imunisasi. Tanyakan pada dokter anak kapan waktunya diberikan vaksin untuk mencegah pneumonia.

3. Hindari bayi dari orang-orang yang sedang flu, pilek, demam atau batuk bersin. Jika orangtua sedang sakit, jangan tidur satu kamar dengan bayi. Gunakan masker untuk mencegah bayi tertular.

4. Jika bayi pernah terkena radang paru-paru, cegahlah dengan menjaga kebersihan diri, asupan dan lingkungan. Jika tidak enak badan (demam) jangan memberikan makanan dingin (es), coklat dan kacang-kacangan. Hindari pula santan serta goreng-gorengan.

5. Selalu sediakan obat penurun panas anak di rumah.

6. Jagalah kebersihan AC. Jika memakai kipas angin, jangan langsung diarahkan ke tubuh bayi atau dipantulkan ke dinding. Karena debu bisa berterbangan ke mana-mana. Alangkah baiknya jika Moms menggunakan exhaust.

sumber: lifestyle.okezone.com

9 Gangguan Jantung Yang Wajib Anda Ketahui


Penyakit jantung banyak sekali macamnya. Para penderitanya juga seringkali terkena lebih dari satu gangguan (komplikasi). Berikut adalah beberapa jenis penyakit jantung yang perlu Anda diketahui. Daftar ini hanyalah sebagian dari belasan jenis gangguan jantung lain yang dapat mengancam kita.

1. Aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penebalan dinding arteri sebelah dalam karena endapan plak (lemak, kolesterol dan buangan sel lainnya) sehingga menghambat dan menyumbat pasokan darah ke sel-sel otot. Aterosklerosis dapat terjadi di seluruh bagian tubuh. Bila terjadi pada dinding arteri jantung, maka disebut penyakit jantung koroner (coronary artery disease) atau penyakit jantung iskemik.

Aterosklerosis berlangsung menahun dan menimbulkan banyak gangguan penyakit. Aterosklerosis dimulai dari adanya lesi dan retakan pada dinding pembuluh darah, terutama karena adanya tekanan kuat pada pembuluh jantung. Pada tahap berikutnya, tubuh berusaha memulihkan diri dengan menempatkan zat-zat lemak ke dalam pembuluh darah untuk menutup keretakan. Lambat laun, karena proses peretakan dan penutupan yang berulang, zat-zat lemak itu bisa menutup pembuluh jantung.

Salah satu gejala aterosklerosis jantung adalah Angina pektoris, yaitu rasa nyeri/tidak enak di daerah jantung dan dada karena berkurangnya pasokan darah ke otot jantung. Angina bisa terjadi baik saat beraktivitas fisik maupun beristirahat. Bila berlanjut, angina bisa berkembang menjadi infark miokard akut yang berbahaya.

2. Infark Miokard Akut

Infark miokard adalah kematian otot jantung karena penyumbatan pada arteri koroner. Otot-otot jantung yang tidak tersuplai darah akan mengalami kerusakan atau kematian mendadak.

3. Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah kerusakan/gangguan otot jantung sehingga menyebabkan dinding-dinding jantung tidak bergerak sempurna dalam menyedot dan memompa darah. Penderita kardiomiopati seringkali berisiko terkena arritmia dan gagal jantung mendadak. Kardiomiopati masih dibagi lagi jenisnya menjadi kardiomipati kongestif, hipertrofik, restriktif dan peripartum.

4. Arritmia

Arritmia berarti irama jantung tidak normal, yang bisa disebabkan oleh gangguan rangsang dan penghantaran rangsang jantung ringan maupun berat.

5. Gagal Jantung Kongestif.

Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Jantung dikatakan gagal bukan karena berhenti bekerja, namun karena tidak memompa sekuat yang seharusnya. Sebagai dampaknya, darah bisa berbalik ke paru-paru dan bagian tubuh lainnya.

6. Fibrilasi Atrial

Fibrilasi atrial adalah gangguan ritme listik jantung yang mengganggu atrial. Gangguan impuls listrik ini menyebabkan kontraksi otot jantung tidak beraturan dan memompa darah secara tidak efisien. Akibatnya, atrium jantung tidak sepenuhnya mengosongkan darah menuju ke serambi (ventrikel). Fibrilasi atrial biasanya terkait dengan banyak gangguan jantung lainnya, termasuk kardiomiopati, koroner, hipertropi ventrikel, dll. Hipertiroid dan keracunan alkohol juga bisa menyebabkan fibrilasi atrial.

7. Inflamasi Jantung

Inflamasi jantung dapat terjadi pada dinding jantung (miokarditis), selaput yang menyelimuti jantung (perikarditis), atau bagian dalam (endokarditis). Inflamasi jantung dapat disebabkan oleh racun maupun infeksi.

8. Penyakit Jantung Rematik

Penyakit jantung rematik adalah kerusakan pada katup jantung karena demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri streptokokus.

9. Kelainan Katup Jantung

Katup jantung berfungsi mengendalikan arah aliran darah dalam jantung. Kelainan katup jantung yang dapat mengganggu aliran tersebut, antara lain karena pengecilan (stenosis), kebocoran (regurgiasi), atau tidak menutup sempurna (prolapsis). Kelainan katup dapat terjadi sebagai bawaan lahir maupun karena infeksi dan efek samping pengobatan.

Gejala-Gejala Umum Penyakit Jantung


Pada dasarnya, gejala-gejala umum yang dialami orang yang mengalami penyakit jantung disebabkan kurangnya jumlah darah yang memasok oksigen ke jantung akibat fungsi jantung yang terganggu.

Gejala-gejala tersebut antara lain:
  • Angina - Adalah rasa nyeri atau ditekan di bagian dada.
  • Aritmia - Adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan kondisi berupa gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan palpitasi (denyut jantung yang abnormal).
Angina dan aritmia disebabkan kurangnya pasokan darah yang membawa oksigen ke otot jantung. Biasanya diikuti oleh gejala lain seperti pusing, letih yang berkepanjangan, mual, berkeringat dingin, dan sesak nafas.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi peringatan awal akan resiko serangan jantung. Sayangnya, mereka yang mengalami gejala-gejala tersebut sering kali menganggapnya sebagai masuk angin biasa, inilah yang sering membuat pertolongan pertama menjadi terlambat dan sangat merugikan akibatnya, mengapa?

Ketika serangan jantung (myocardial infarction) berlangsung, otot-otot jantung akan mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Dan tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak dapat mengalami regenerasi.

Karena itu semakin lama serangannya dan tidak segera ditangani, maka semakin banyak juga kerusakan permanen pada otot-otot jantung dan bahkan jika terus dibiarkan dapat mengalami kematian.

Sewaktu gejala-gejala serangan jantung timbul, sangatlah penting untuk langsung mencari bantuan medis karena resiko kematian terbesar adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan.

Perawatan yang cepat dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan.

Mengingat bahaya penyakit jantung yang mengancam kehidupan, mencegah atau mengurangi resiko penyakit jantung adalah cara yang terbaik, selain dengan menjaga pola makan dan olah raga teratur, mengkonsumsi suplemen herbal sangat membantu.

Ingin Langsing? Ini Panduan Konsumsi Karbohidrat yang Sehat


Diet karbo bukan berarti Anda sama sekali tidak menyentuh makanan yang mengandung karbohidrat. Meski ingin langsing, tapi karbohidrat tetap harus dikonsumsi. Cara yang tepat adalah mengurangi asupannya dan memilih jenis karbohidrat dengan lebih selektif. Dirangkum Glamour, berikut ini panduan karbohidrat yang sehat dikonsumsi.

Nasi Merah
Nasi merah dapat menggantikan peranan nasi putih jika Anda ingin menurunkan berat badan dengan perlahan tanpa mengagetkan sistem kerja tubuh. Ada sedikit kandungan protein dari nasi ini yang juga bagus untuk kesuksesan diet.

Bubur Gandum
Bubur gandum akan dikonsumsi tubuh dengan perlahan, sehingga kita tidak cepat lapar. Ia juga membantu menurunkan kolesterol buruk dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Pasta Gandum
Gandum utuh yang terdapat dalam jenis roti hingga pasta juga berfungsi sama. Namun untuk porsi, harus lebih hati-hati, karena jika dikonsumsi berlebihan, tidak ada bedanya dengan makan biasa.

Protein
Ingat selalu untuk memasukkan porsi protein secukupnya dalam setiap konsumsi karbohidrat. Hal ini membantu tubuh membangun massa otot, mengurangi rasa lapar dan merasa kenyang lebih lama.

Kacang-kacangan
Selain protein hewani, kacang-kacangan dapat menjadi teman karbohidrat yang tepat. Selain mengandung jenis karbohidrat kompleks, ia juga sumber serat dan protein yang baik.

Ubi
Karbohidrat yang baik adalah yang jenisnya kompleks. Ia dibakar oleh tubuh menjadi energi yang stabil, menyeimbangkan tingkat gula darah dan membuat kita kenyang lebih lama. Hal ini bisa didapat dari konsumsi ubi-ubian yang juga banyak mengandung vitamin B.

sumber: wolipop.detik.com

Ini Kesalahan Saat Sarapan yang Bikin Tambah Gemuk


Sarapan sangat penting untuk memulai hari agar tubuh berenergi sampai tiba jam makan siang. Melewatkan sarapan, berpotensi menyebabkan kegemukan karena Anda cenderung akan mengonsumsi lebih banyak makanana di siang harinya. Tapi cara sarapan yang salah justru bisa berakibat sama, yaitu penumpukan lemak dan kalori berlebih. Ini kesalahan saat sarapan yang bisa buat Anda tambah gemuk, seperti dikutip dari Shape.

1. Minum Jus
Segelas jus jeruk atau apel mungkin bisa hadi penyemangat di awal hari. Tapi ketika buah diblender atau dijus, umumnya yang tersisa hanya kandungan air dan gula. Meskipun masih mengandung vitamin, Anda tidak mendapatkan manfaat serat yang bermanfaat membuat perut terasa kenyang lebih lama hingga makan siang nanti. Daripada jus, lebih baik makan jeruk dalam bentuk aslinya yang dibarengi dengan sarapan bubut oats dan air putih.

2. Pancake & Waffle
Siapa yang tidak suka sarapan dengan pancake atau waffle yang lezat? Tapi dua makanan yang terbuat dari terigu itu tidak disarankan untuk makan pagi, terutama bila dikonsumsi bersama sirup atau bubuk gula. Tepung terigu cepat menaikkan gula darah, tapi cepat juga turun sehingga Anda akan merasa lapar segera setelah sarapan. Pakar kesehatan Dr. Lisa Davis menyarankan untuk mengganti sarapan dengan sereal gandum utuh atau roti gandum dengan telur rebus. Anda akan merasa kenyang lebih lama.

3. Sarapan Pastry
Aneka pastry seperti croissant atau apple struddle memang paling pas untuk dinikmati. Tapi bagi lidah, bukan tubuh. Hindari sebisa mungkin untuk memakannya karena pastry mengandung banyak gula dan lemak jenuh. "Sereal bersalut gula, pastry, bagel dan cinnamon roll sangat menggoda, tapi cenderung menyebabkan gula darah naik drastis, diikuti dengan energi yang cepat hilang sehingga Anda sudah ingin ngemil sebelum jam makan siang," tutur Lisa, yang menjabat sebagai vice president Scientific and Clinical Affairs di Medifast.

4. Minum Kopi
Minum kopi di pagi hari sebenarnya tidak masalah, jika Anda tidak menambahkannya dengan gula pasir, creamer atau whipped cream. Bahan-bahan tambahan itu bisa membuat secangkir kopi hitam yang seharusnya rendah kalori menjadi sumber kalori berlebih. Jika ingin minum kopi di pagi hari, sebaiknya pilih kopi hitam dengan sedikit gula aren.

5. Sarapan Sehat Tapi Banyak
Makanan rendah protein, karbohidrat kompleks, sayur dan buah mentah sangat baik untuk sarapan. Tapi bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya sebanyak yang dimau. Makanlah dengan porsi secukupnya dan jangan sampai terlalu kenyang. Selain jadi mengantuk karena kekenyangan, kalori yang diasup juga jadi terlalu banyak.


sumber: wolipop.detik.com

Solusi Langsing Dengan Daun Jati Belanda


Daun merupakan bagian dari tanaman yang kerap kali dimanfaatkan sebagai ramuan ataupun obat herbal. Salah satunya yaitu daun jati belanda. Mungkin sedikit terdengar agak asing bila dibandingkan tanaman herbal lain yang telah lama dikenal seperti daun sirih atau jahe, namun beragam manfaat yang dimiliki oleh tanaman yang satu ini tidak kalah dengan beberapa tanaman herbal tersebut. Dalam artikel ini, kami akan mencoba untuk menjelaskan tentang manfaat daun jatu belanda terutama untuk mengikis kolesterol jahat dalam tubuh.

Sejak berpuluh tahun yang lalu, nenek moyang kita di Indonesia khususnya yang tinggal di Pulau Jawa sudah lama mengenal serta menggunakan air rebusan dari daun jati belanda untuk dijadikan bahan baku jamu penurun berat badan dan pelangsing tubuh, atau yang dalam bahasa Jawa sering disebut dengan Galian Singset. Banyak studi yang sudah membuktikan bahwa daun jati belanda secara alami berkhasiat mampu menyusutkan berat badan bagi mereka yang ingin langsing. Akhir-akhir ini, daun jati ini diyakini mempunyai manfaat yang lebih daripada itu saja, yaitu memiliki potensi guna dikembangkan menjadi bahan herbal pengontrol kolesterol dalam darah.

Menaikkan Kadar HDL Dalam Darah

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, penggunaan ekstrak dari daun jati belanda mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap kadar lipid darah yaitu LDL, TPC, Trigliserida, serta HDL. Kadar LDL, TPC serta trigliserida pada subjek yang tidak mengkonsumsi daun jati belanda terlihat lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang mengkonsumsi herbal ini.

Penggunaan dari ekstrak daun jati ini juga memberikan dampak secara signifikan kepada peningkatan kadar HDL. HDL ini bisa menurunkan kadar kolesterol di dalam sel tubuh kita dengan cara mengambil kelebihan kolesterol dari seluruh jaringan untuk lalu diproses lebih lanjut di dalam hati kemudian dikeluarkan bersama dengan cairan empedu. HDL ini mempunyai efek yang protektif kepada pembuluh darah di jantung kita.

Lebih jauh lagi, dari hasil penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa manfaat daun jati belanda ini memang terbukti sanggup menurunkan kadar lipid di dalam darah. Hal ini berarti bahan herbal tersebut dapat dijadikan sebagai obat herbal alternatif anti hyperlipidemia.

Fakta tersebut dalam beberapa tahun belakangan ini direspon positif oleh para pengusaha jamu dengan cara mengembangkan produk dengan bahan baku daun jati ini. Tak mengherankan bila saat ini banyak beredar luas produk olahan fitofarmaka dengan bahan dasar herbal ini, seperti di dalam bentuk serbuk pada kapsul ataupun seduhan, seperti halnya teh.

Produk herbal yang kaya akan kandungan daun jati ini yang sudah beredar luas di pasaran adalah PROLIPID yang diproduksi oleh PT Indofarma Tbk. Selain memiliki bahan baku daun jati belanda ini, produk ini juga kaya akan kandungan bahan herbal lainnya seperti daun kemuning serta daun tempuyung.