Nyeri Dada Bukan Berarti Sakit Jantung

Nyeri dada yang berat sering menjadi alasan banyak orang untuk datang ke unit gawat darurat karena khawatir itu merupakan gejala serangan jantung. Padahal, nyeri dada yang parah tidak selalu berarti serangan jantung atau mycocardial infarction.

Kendati demikian, nyeri dada yang ringan jangan pula diabaikan karena ternyata hal itu juga bisa menjadi penanda adanya masalah pada jantung.

“Jika nyeri dada terasa tak terlalu berat, hal itu juga tidak berarti bukan serangan jantung,” kata Dr. Anna Marie Chang, peneliti dan juga dokter di bagian unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Universitas Pennsylvania.

Ia melakukan penelitian terhadap 3.300 pasien yang datang ke UGD. Menggunakan skala 0-10, dengan 0 mendeskripsikan tidak ada sakit dan 10 sebagai sangat sakit. Chang dan timnya lalu mengamati kesehatan pasien selama 30 hari untuk mengetahui apakah ada kejadian terkait penyakit jantung.

Pasien yang menderita nyeri dada parah ternyata tidak menderita serangan jantung atau mengalaminya dalam satu bulan ke depan dibanding pasien yang nyerinya lebih ringan. Nyeri yang tetap dirasakan hingga satu jam juga bukan indikator serangan jantung.

Nyeri dada memang harus diwaspadai. Nyeri merupakan alarm adanya gangguan kesehatan serius, misalnya tukak lambung atau adanya robekan di aorta yang merupakan pembuluh utama pada jantung.

“Penyebab nyeri dada mungkin bukan serangan jantung tapi bisa menjadi sesuatu yang serius,” kata Dr. James Feldman, dokter di bagian UGD Boston Medical Center.

Gejala serangan jantung klasik meliputi nyeri di dada atau rasa tertekan, tetapi gejala lainnya adalah sesak napas, mual, muntah, dan pingsan. Selain itu nyeri akibat serangan jantung tidak selalu ada di bagian dada.

“Nyeri bisa timbul di bagian dada, lengan, rahang, punggung atau perut dan bisa berbeda-beda pada setiap pasien,” kata Dr.Rajiv Gulati, ahli kardiologi dari Mayo Clinic.

Walau hasil penelitian Chang tidak menunjukkan nyeri dada merupakan gejala serangan jantung, namun nyeri dada yang tidak bisa dipahami bisa menjadi gejala serius. “Pertolongan pertama bisa menyelamatkan nyawa,” kata Gulati.

Mengenal Penyakit Rubella

Rubella (atau biasa disebut campak jerman) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Penderita penyakit rubella kebanyakan anak-anak usia dini, sedangkan pada usia lanjut relatif jarang ditemukan. Bahkan, banyak orang telah terkena rubella dalam bentuk ringan tidak pernah didiagnosis, hal ini disebut sebagai infeksi subklinis. Vaksinasi rubella kini memberikan dampak yang cukup baik karena efektif menurunkan angka penderita terutama bagi anak-anak.

Ruella menyebar melalui tetes mikroskopis dari nafas orang yang terinfeksi melalui udara, tetesan membawa virus mencapai mulut, tenggorokan dan hidung. Tanda-tanda yang akan timbul bagi penyakit rubella adalah adanya ruam sebagai tanda khas. Hal ini biasanya dimulai sekitar telinga menyebar di seluruh tubuh dalam bintik merah muda kecil. Perubahan ruam hampir dari jam ke jam, dan akan menghilang lagi setelah sekitar dua sampai tiga hari tanpa pengobatan.

Sampai dengan satu minggu sebelum ruam muncul, pasien dapat menderita pilek ringan, terdiri dari batuk dan sakit tenggorokan atau bengkak di leher dan dasar tengkorak (karena pembesaran kelenjar getah bening).
Pengobatan Penyakit Rubella

Penyakit Rubella tidak memerlukan perawatan khusus (kecuali mungkin untuk istirahat beberapa hari di tempat tidur). Tapi manajemen penatalaksanaan harus mempertimbangkan fakta bahwa penyakit ini menular dan dapat dengan mudah menyebar ke anggota lain dari orang terdekat. Demam dan nyeri otot atau sendi bisa diobati dengan parasetamol dan ibuprofen.

Masa infeksi biasanya berlangsung dari seminggu sebelum ruam muncul, tetapi paling parah saat ruam pada puncaknya. Jika seorang wanita hamil yang terinfeksi dengan rubella ada risiko kerusakan pada janin. Dalam beberapa kasus, bahaya yang begitu tinggi sehingga aborsi dianjurkan. Untungnya, ini sangat jarang terjadi. Perempuan yang mendapatkan vaksinasi rubella disarankan untuk tidak mulai kehamilan sampai tiga bulan setelah vaksinasi.

Tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti apakah seseorang menderita penyakit rubella karena banyak orang bahkan tidak menyadari penyakit ini. Jika berada dalam keraguan apakah terinfeksi penyakit rubella, pemeriksaan antibodi dalam darah akan memberikan jawabannya.

Serangan Jantung

Serangan jantung adalah suatu kondisi kesehatan yang sangat emergency untuk di tangani, Jika terlambat maka sangat mungkin penderita segera menemui ajalnya (kematian). 

Di Negara maju terutama di Amerika, Penyakit jantung adalah penyebab kematian nomer satu dimana serangan jantung dialami lebih dari 1,5 juta penduduk disana. Begitu pula di Indonesia, Departemen Kesehatan RI dan Yayasan Penyakit Jantung mengemukakan bahwa sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.

Penyakit serangan jantung (Heart Attack) yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai Myocardial Infarction (MI), adalah kerusakan bahkan kematian otot jantung (myocardium) yang disebabkan terhentinya secara mendadak suplay darah (sebagai pembawa Oxygen) kedaerah tersebut sebagai akibat dari beberapa faktor. Misalnya ; Terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akibat spasme (mengencangnya nadi koroner), akibat thrombus (penggumpalan darah) atau akibat adanya penyempitan dan penyumbatan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi.

Serangan jantung yang diakibatkan oleh adanya spasme yang menimbulkan ter blokade nadi koroner ini akan hilang secara menyeluruh, baik nyeri atau keluhan lainnya disaat nadi koroner kembali rileks dan berfungsi seperti normalnya. Kondisi seperti ini disebut dengan crescendo angina atau coronary insufficiency. Apabila hal ini terjadi berkisar 20 sampai 40 menit, maka dapat menyebabkan otot jantung mengalami kematian (infark) sabagai dampak oxygen yang tidak dimilikinya karena suplay darah terhenti.

Gejala Penyakit Serangan Jantung

Setiap orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan keluhan yang tentunya berbeda, Namun umumnya seseorang akan merasakan beberapa hal spesifik seperti :
  • Nyeri dada, dimana otot kekurangan suplay darah (disebut kondisi iskemi) yang berdampak kebutuhan oxygen oleh otot berkurang. Akibatnya terjadi metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Nyeri dirasakan di dada bagian tengah, dapat menyebar kebagian belakang dada, kebagian pangkal kiri leher dan bahu hingga lengan atas tangan kiri. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri dibagian atas perut (pangkal tulang iga tengah bahkan bagian lambung), dimana nyeri lebih hebat dan tak hilang meski diistirahatkan atau diberi obat nyeri jantung (Nitroglycerin). Inilah yang dinamakan Angina, penderita merasakan gelisah dengan sesak di dada dan seperti merasa dada diremas-remas. Beratnya nyeri setiap orang berbeda, bahkan beberapa orang yang mengalami suplay darah jantung berkurang merekle tidak merasakan apa-apa.
  • Sesak nafas, Biasanya dirasakan oleh orang yang mengalami gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
  • Kelelahan atau kepenatan, Adanya kelainan jantung dapat menimbulkan pemompaan jantung yang tidak maksimal. Akibatnya suplay darah ke otot tubuh disaat melakukan aktivitas akan berkurang, Hal ini menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala seperti ini bersifat ringan, penderita hanya berusaha mengurangi aktivitasnya dan menganggap bahwa itu merupakan proses penuaan saja.
  • Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi)
  • Pusing dan pingsan, Hal ini dapat merupakan gejala awal dari penderita penyakit serangan jantung. Dimana penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
  • Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan dan kaki sebagai tanda aliran darah yang kurang adekuat keseluruh tubuh.
  • Keringat dingin secara mendadak, dan lainnya seperti mual dan perasaan cemas.


Faktor Penyebab Penyakit Serangan Jantung

Adapun secara garis besar faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit jantung antara lain ; Kelainan jantung bawaan, Gangguan pada fungsi kerja katup jantung dan Terganggunya pembuluh koroner yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Dari ketiga hal tersebut, Penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Faktor-faktor diatas erat kaitannya dengan pola konsumsi dan kehidupan yang bersangkutan, diantaranya :

- Merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
- Sering mengkonsumsi makanan jenis lemak (kolesterol) tinggi
- Menderita tekanan darah tinggi
- Menderita penyakit kencing manis (Diabetes)

Diagnosis Penyakit Serangan Jantung


Dari keluhan yang dirasakan penderita, Dokter umumnya dapat langsung memberikan dugaan apakah itu tanda dan gejala serangan jantung atau bukan. Tentunya untuk memperkuat diagnosa yang ditegakkan, dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan detak jantung si penderita.

Selanjutnya dokter akan mengirim penderita untuk melakukan pemeriksaan ECG/EKG beserta pemeriksaan darah. Jika penderita saat itu masih merasakan nyeri, Pemberian obat akan dilakukan sebelum pemeriksaan itu dilakukan. Hal ini disebabkan bahwa nyeri yang amat sangat dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung bahkan kematian.

Penanganan Penyakit Serangan Jantung

Setengah dari jumlah kematian akibat serangan jantung adalah terjadi pada 3 sampai 4 jam pertama setelah terjadinya gejala serangan dimulai. Jadi tindakan penanganan pada gejala awal serangan jantung adalah hal yang paling penting bagi tim medis.

Pemberian obat-obatan seperti aspirin tablet secara kunyah dapat membantu jika terjadi pembekuan darah pada pembuluh arteri koroner, Sedangkan jenis tablet beta-blocker diberikan untuk memperlambat kerja jantung sehingga tidak terlalu bekerja keras dan mengurangi kemungkinan rusaknya otot jantung. Selanjutnya yang utama adalah pemberian Oxygen, yang menolong memperkecil kerusakan jaringan otot.

Penderita yang mengalami serangan jantung (penyakit jantung) tentunya akan dirawat dirumah sakit khususnya pada ruangan intensif penyakit jantung, karena memerlukan pemantauan dan monitor yang intensif. Selain pemberian obat-obatan dirumah sakit, tindakan yang mungkin dilakukan oleh tim kesehatan (medis) adalah angioplasty atau coronary artery bypass surgery (pembedahan/pemotongan bagian artery yang bermasalah).

Pencegahan Penyakit Serangan Jantung

Tindakan pencegahan antara lain yang dapat Anda lakukan adalah hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi, Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan, Kurangi atau stop minum alkohol, Melakukan olah raga secara teratur, Jika mengidap penyakit darah tinggi dan kencing manis hendaknya melakukan pengontrolan sesuai saran dokter secara teratur.

Doyan Durian, tapi Ingin Aman dari Darah Tinggi? Ini Tipsnya

Anda penyuka buah durian? Hampir setiap orang mengaku sangat menyukai buah berkulit duri tebal tapi berdaging manis dan wangi ini. Tapi ada sebagian orang yang justru menghindarinya, apalagi kalau mereka mempunyai rekod darah tinggi, meskipun sebetulnya sangat menggemari. Mereka khawatir 'mabuk durian'berdampak pada tensi darah mereka.

Sebenarnya jangan terlalu khawatir jika memakan durian dapat memicu tensi darah. Ada tiga tips, agar aman dari darah tinggi ketika mengkonsumsi durian.

Kepala Seksi Kebun Koleksi, Taman Wisata Mekarsari, Joko Sugono mengungkap ada tiga cara untuk menetralisir dampak dari mengkonsumsi durian.

"Pertama, yang pasti jangan kalap," kata dia saat berbincang dengan Republika.co.id, Rabu (22/2).

Kedua, manfaatkan rongga kulit durian yang terkelupas. Lalu isi rongga itu dengan air. Diamkan air itu beberapa saat. Lalu segerakan diminum. "Jadi, air ini tidak hanya berfungsi untuk menghilangkan bau durian saja," kata dia.

Ketiga, konsumsi Manggis. "Habis makan durian, lalu konsumsilah Manggis. Kandungan vitaminnya dapat menetralisir," kata dia. penawaran.

"Namun, diantara cara tadi, yang paling bagus itu, ya air dari kulit durian tadi," pungkas dia. (republika.co.id)

Yuk, Intip Khasiat Lidah Buaya

Lidah buaya, mengandung banyak gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Komponennya dengan bentuk gel yang sebagian besar adalah air mencapai 99.5% jumlah total, serta dengan total padatan terlarut hanya 0,49 %, lemak 0,067 %, karbohidrat 0,043 %, protein 0,038 %, vitamin 0,49 %, vitamin C 3,476 mg (Furnawanthi, 2002). Sedangkan kandungan gizi yang tinggi di dalamnya adalah vitamin C.

Berikut beberapa kandungan lidah buaya dan manfaatnya:


Mengurangi gula dalam darah.
Salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3beta, sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah. Selain itu, Menurut Ayurveda, pengobatan tradisional India, manfaat lidah buaya telah hipoglikemik. Yaitu dapat mengurangi glukosa darah (gula dalam darah) pada orang dengan diabetes.

Obat antiseptic & obat luka bakar
Tanaman lidah buaya daun dan akarnya mengandung saponin dan flavonoid, di samping itu daunnya mengandung tanin dan polifenol (Hutapea, 2000). Saponin ini mempunyai kemampuan sebagai pembersih sehingga efektif untuk menyembuhakan luka terbuka, sedangkan tanin dapat digunakan sebagai pencegahan terhadap infeksi luka karena mempunyai daya antiseptik dan obat luka bakar. Flavonoid dan polifenol mempunyai aktivitas sebagai antiseptic (Harborne, 1987).

Obat pencahar
Karena lidah buaya lateks (kuning jus diekstraksi dari lapisan luar daun) mengandung molekul dengan efek pencahar yang kuat (disebut "anthranoids"), tanaman bisa efektif dalam kasus-kasus sembelit. Manfaat ini juga diakui oleh WHO dan ditunjukkan dalam beberapa penelitian.


Regenerasi kulit
Kaya antioksidan (flavonoid, vitamin C, beta-karoten), lidah buaya akan memiliki anti-penuaan. Sebuah studi yang dilakukan di Turki 2009, menunjukkan bahwa lidah buaya dapat membantu regenerasi jaringan kulit. Selain itu dapat memudarkan bekas luka dan garis garis putih/merah akibat kehamilan atau strecth mark, merawat luka kecil akibat teriris pisau dan tergores serta memudarkan bintik-bintik kehitaman pada kulit.

Membantu pencernaan
Penelitian telah menunjukkan gel lidah buaya mampu mengusir dan membinasakan racun dan bahan asing lainnya yang biasanya menempel pada usus. Racun dan benda asing yang menempel pada usus sangatlah berbahaya sebab mengakibatkan akumulasi limbah sehingga dapat memblokir saluran usus dan mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi. Manfaat lidah buaya adalah dapat menghilangkan limbah dan membantu dalam pengaturan asam. Hal tersebut dapat mencegah Anda dari menderita gangguan pencernaan dan juga dapat membersihkan darah serta meningkatkan sirkulasi normal (republika.co.id)

Kelainan Jantung Bawaan Pada Anak

Anda mungkin akan sangat cemas bila mengetahui anak Anda memiliki kelainan jantung bawaan. Sebenarnya tidak perlu terlalu cemas. Kelainan jantung bawaan adalah hal yang cukup umum terjadi dan kini– berkat kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran– banyak yang dapat disembuhkan dengan pembedahan, kateterisasi dan obat-obatan.
Pertumbuhan Jantung

Jantung manusia mulai membentuk struktur kantong tunggal pada minggu keempat kehamilan. Pada minggu kedelapan, kantong ini secara bertahap membesar. Sekat jantung (septum) tumbuh untuk memisahkan serambi (atrium) dan bilik (ventrikel) jantung di sisi kanan dan sisi kiri. Empat katup jantung terbentuk untuk mengatur aliran darah dari rongga-rongga jantung menuju paru dan tubuh.

Saat bayi masih di kandungan, aliran oksigen dan karbondioksida berlangsung melalui plasenta sehingga kelainan jantung pada saat itu tidak akan membawa masalah bagi bayi. Setelah bayi lahir dan tali plasenta dipotong, akan terlihat bila ada masalah pada jantung anak. Tanda pertama kelainan jantung adalah suara bising (murmur). Dokter dapat mengetahuinya lewat stetoskop. Namun, untuk memastikan penyebab bising tersebut, diperlukan rontgen jantung, EKG dan pemeriksaan penunjang lainnya. Tanda lainnya antara lain berupa detak jantung tidak normal (takikardia), nafas pendek, kesulitan menyusui (karena nafas yang pendek) dan gangguan pertumbuhan dan kulit yang membiru (cyanotic).

Kelainan jantung bawaan sangat beragam jenisnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:


1. Sekat Bilik Jantung Berlubang (Ventracular Septal Defect/VSD)
VSD adalah kelainan jantung berupa lubang pada sekat antarbilik jantung yang menyebabkan kebocoran aliran darah pada bilik kiri dan kanan jantung. Kebocoran ini membuat sebagian darah kaya oksigen kembali ke paru-paru sehingga menghalangi darah rendah oksigen memasuki paru-paru. Bila lubangnya kecil, VSD tidak memberikan masalah berarti. Bila besar, bayi dapat mengalami gagal jantung.

VSD adalah kelainan jantung bawaan yang paling sering terjadi (30% kasus). Gejala utama dari kelainan ini adalah kesulitan menyusui dan gangguan pertumbuhan, nafas pendek dan mudah lelah. Bayi dengan VSD besar cepat tidur setelah kurang menyusui, bangun sebentar karena lapar, mencoba menyusu lagi tetapi cepat kelelahan, tertidur lagi, dan seterusnya.

2. Penyempitan Katup Paru (Pulmonary Stenosis/PS)
PS adalah penyempitan katup paru yang berfungsi mengatur aliran darah rendah oksigen dari bilik kanan jantung ke paru-paru. Dengan penyempitan ini, bilik kanan harus bekerja keras memompa darah sehingga makin lama makin membesar (hipertrofi).

PS adalah kelainan jantung paling umum kedua, terjadi pada 10% kasus. Banyak penderita ASD yang baru terdiagnosis setelah dewasa. Bila demikian, dampaknya mungkin sudah sangat merusak berupa penyakit paru, risiko stroke tinggi dan usia harapan hidup yang rendah.

3. Sekat Serambi Jantung Berlubang (Atrial Septal Defect/ASD)

ASD adalah lubang di antara dua serambi jantung. Lubang ini menimbulkan masalah yang sama dengan VSD, yaitu mengalirkan darah kaya oksigen kembali ke paru-paru. ASD terjadi pada 5-7%? kasus dan lebih banyak terjadi pada bayi perempuan dibandingkan bayi laki-laki.

4. Tetralogi Fallot (Tetralogy of Falot/TOF)
TOF adalah komplikasi kelainan jantung bawaan yang khas, dan melibatkan empat kondisi:
  • Sekat bilik jantung berlubang (VSD)
  • Penyempitan katup paru (PS)
  • Bilik kanan jantung membesar (hipertrofi)
  • Akar aorta tepat berada di atas lubang VSD
Lubang VSD biasanya besar dan darah mengalir dari bilik kanan melalui lubang ini menuju bilik kiri. Hal ini terjadi karena adanya hambatan pada katup paru. Setelah masuk ke bilik kiri, darah yang rendah oksigen itu dipompa ke aorta dan mengalir ke seluruh tubuh. Itulah sebabnya bayi penderita TOF memiliki kulit yang membiru karena kekurangan oksigen.
Penyebab

Penyebab kelainan jantung bawaan tidak diketahui. Riset menunjukkan bahwa orang tua yang memiliki kelainan jantung lebih berisiko memiliki anak yang berkelainan jantung pula.

Kelainan juga dapat disebabkan gangguan perkembangan jantung pada janin karena infeksi seperti rubella dan toksoplasma, obat-obatan, alkohol dan zat-zat beracun yang dikonsumsi ibunya. Kelainan gen seperti sindrom Down dan Turner juga berkorelasi dengan kelainan jantung bawaan.
Penanganan

VSD dan ASD dengan lubang kecil mungkin akan menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. Kelainan jantung yang tidak dapat sembuh sendiri dapat dikoreksi dengan satu kali atau beberapa kali operasi. Prosedur operasi dapat berupa bedah jantung terbuka atau dengan angioplasty/valvuloplasty memakai balon untuk menghilangkan hambatan pembuluh darah atau katup jantung. Pada prosedur ini, ahli jantung memasukkan kateter (pipa plastik tipis dengan balon di ujungnya) ke dalam pembuluh darah. Balon lalu ditiup untuk melebarkan pembuluh yang menyempit atau katup jantung. Dengan prosedur lain yang disebut transcather device occlusion (TDO), lubang tidak normal di sekat jantung dapat ditutup tanpa pembedahan.

Serangan Jantung Tidak Pandang Umur

Serangan jantung tidak hanya menyerang mereka yang berusia 40 tahun ke atas. Tetapi anak berumur 15 tahun pun bisa mengalami serangan jantung, seperti yang dialami seorang gadis bernama Leah La Roche (15 tahun).

Lebih menyedihkan lagi, siswi sebuah sekolah menengah itu ternyata sedang hamil saat dilarikan ke rumah sakit Medway Maritime Hospital di Gillingham, Kent akibat serangan jantung. Dia dan bayi dalam kandungannya pun meninggal dunia.

Leah La Roche yang kemungkinan dipanggil Tia itu sempat dilarikan ke rumah sakit. Tetapi belum jelas, apakah gadis malang itu dan bayinya meninggal di rumah atau di rumah sakit.

Teman-temannya di Chatham Grammar School for Girls menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Leah La Roche dan bayinya.

Suster Verity di Gonetoonsoon.org menulis, “Kami tahu mereka sekarang bersama melihat kami dan Leah menjadi seorang ibu yang hebat karena kami semua tahu dia akan menjadi ibu. Kata-kata tidak bisa melukiskan kesedihan kami atas kehilangan mereka.”

Sebuah tulisan lain dari teman Leah bernama Tom Leadbeatter menyebutkan, “RIP, Leah dan Tia, saya sangat sayang kalian berdua.” Sementara Pal Harriet Porter di Facebook menulis, “Kamu selalu membuat saya tersenyum.”

Kematian Leah Kamis minggu lalu diperkirakan sebagai kasus yang natural saja dan sedang diinvestigasi oleh para ahli penyakit jantung.

Perempuan Sekarang Lebih Berisiko Terserang Jantung

Perempuan pekerja modern diperkirakan lebih berisiko terkena penyakit jantung (kardio vaskular) lebih cepat daripada perempuan zaman dahulu yang tidak bekerja.

"Ada fenomena pergeseran usia, sekarang sebelum menopause sudah kena kardio vaskular. Sekarang umur 40-an juga sudah mulai kena, pasien termuda saya ada yang baru berumur 34 tahun," kata Dr Antonia Lukito,SpJO-FIHA dalam Media Briefing Hasil studi terbaru CRUCIAL yang dilakukan terhadap para pasien di Asia Pasifik, termasuk Indonesia di Jakarta, Rabu (12/10).

Penyebab pergeseran itu, disebut Antonia, adalah karena pola hidup modern yang dilakukan oleh para perempuan pekerja itu seperti sering makan diluar (misal di restoran cepat saji), merokok dan jarang olahraga telah membuat resiko kardio vaskular meningkat dari sebelumnya.

"Hal itu terutama karena salah satu faktor resiko kardio vaskular ini memang kolesterol," ujar Antonia.

Selain perempuan modern, penyakit jantung juga diduga mulai meningkat risikonya sejak masih anak-anak dibawah usia 10 tahun meskipun di Indonesia belum ada penelitian yang bisa mengkonfirmasikan hal tersebut.

"Mulai dari bayi sudah ada proses. Jika ada anak obesitas, resiko akan lebih tinggi lagi. Anak gemuk memang lucu dilihat tapi ini tidak baik, bisa terjadi percepatan proses aterosklerosis," ujar Prof Dr Lukman Hakim SpPD KKV, salah satu tim dokter yang bergabung dalam penelitian CRUCIAL.

Beberapa dokter anak disebut Lukman telah menyatakan melihat adanya kecenderungan proses penyakit jantung telah dimulai sejak masih anak-anak namun belum ada penelitian yang menyatakan apakah kecenderungan itu bersifat global atau hanya kasuistik saja.

Lima faktor resiko terbesar bagi penyakit kardio vaskular adalah total kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas, alkohol dan rokok.

Penyakit jantung masih merupakan pembunuh nomor satu yang menyebabkan lebih dari 17 juta kematian di dunia per tahun, terlebih dengan pergeseran pola hidup dimana manusia semakin banyak mengkonsumsi daging yang dituding sebagai penyebab utama menumpuknya kolesterol.

"Tekanan darah dan kolesterol LDL yang tinggi adalah faktor penyebab dari berbagai bentuk penyakit kardio vaskular. Kenaikan kolesterol LDL adalah masalah yang terus meningkat di kebanyakan negara Asia," ujar Antonia.

Penyakit jantung itu juga menjadi salah satu hal yang berbahaya karena diperkirakan hingga 90 persen muncul tanpa adanya gejala terlebih dahulu sehingga sering disebut "the silent killer" (pembunuh tanpa suara).

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko kardio vaskular dipaparkan Lukman adalah dengan melakukan olahraga teratur tiga kali seminggu selama 30-60 menit per sesi, tidak menumpuk olahraga pada satu waktu tertentu karena berbahaya dan menghindari menjadi perokok aktif maupun pasif serta mengatur pola makan.

"Nikotin (dalam rokok) dapat menaikkan tekanan darah hingga 10 mmHg jika diisap lebih dari satu jam. Merokok sepanjang hari membuat tekanan darah tetap tinggi sepanjang hari," ujarnya.

Langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui resiko terkena kardio vaskular disebut Lukman adalah dengan mengukur lingkar pinggang.

"Pada orang Asia, pria berisiko jika lingkar pinggangnya lebih besar dari 90 sentimeter dan wanita lebih dari 80 sentimeter," ujarnya. (www.suarapembaruan.com)